Makan Jangkrik & Belalang Wagini Si Anak Gendruwo

JAKARTA – Beberapa hari belakangan ini, publik dihebohkan dengan munculnya sosok Wagini yang disebut-sebut sebagai anak genderuwo, asal Banyuwangi, Jawa Timur. Menariknya, Wagini tidak suka makan nasi, lebih suka memakan jangkrik, belalang, dan singkong. Wajahnya juga seram dan sulit berkomunikasi dengan manusia.
Menurut Eyang Ratih, ibu angkat sekaligus pendamping Wagini, kelahiran Wagini seperti cerita di film-film misteri. Bagaimana tidak, ibu Wagini secara tidak sadar ditiduri oleh genderuwo yang menyerupai sang suami. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1980an. Saat itu ayah Wagini pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.
Baru sekitar satu jam pergi, dia kembali. Hal itu di luar kebiasaan. Ternyata yang datang adalah genderuwo yang sudah berubah wujud seperti suaminya. “Genderuwo itu mengajak hubungan int-im sampai tiga kali,” kata Eyang Ratih.
Kemudian, menurut dia, saat matahari terbenam suami wanita itu pulang, dan mengajaknya berhubungan int–im. Permintaan itu tentu membuat kaget, meski akhirnya dilayani. “Si suami itu curiga karena memang memiliki kelebihan,” katanya.
Beberapa bulan kemudian, wanita yang dikenal sebagai ‘kembang desa’ di Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, hamil. Sang suami memilih diam, sambil menunggu si anak itu lahir. “Begitu lahir, muncul tidak menyerupai manusia,” ungkapnya.
Tidak lama setelah itu, kata dia, ayah Wagini me-ninggal dunia karena depresi dan malu. Selanjutnya Wagini diasuh oleh ibunya. Namun, pada suatu hari sang ibu kesal karena peyek pisang jualannya dihabiskan oleh Wagini. “Wagini dipukuli dengan kayu. Tiba-tiba saja jelmaan ayahnya muncul, dan ibu Wagini menghilang sampai sekarang,” tuturnya.
Akhirnya, Wagini hidup seorang diri. Namun secara tidak sengaja, Wagini berjumpa dengan seorang wanita bernama Tuti atau lebih dikenal dengan Eyang Ratih. Sejak usia 12 tahun Wagini diasuh Eyang Ratih.
Mustahil
Guru besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Wimpie Pangkahila menyangkal semua cerita itu. Dia menjelaskan, tidak mungkin ada anak genderuwo yang disebut-sebut buah hubungan percintaan antara manusia dengan genderuwo. “Kalau orang mirip genderuwo iya. Saya kira berita itu tidak benar, itu pembodohan,” katanya.
Wimpie menjelaskan, tidak pernah ada cerita secara ilmiah bahwa genderuwo memiliki anak hasil hubungan badan dengan manusia. Kemungkinan yang ada, kata dia, anak itu mungkin cacat fisik, berwajah buruk, kurang gizi atau memiliki kelainan fisik. “Nah itu lho yang saya kira sangat membodohi masyarakat. Kasihan dia,” tandasnya.
Pandangan yang sama juga diungkapkan tokoh agama Habib Idrus Alatas. Menurutnya sangat mustahil ada anak hasil hubu-ngan dengan jin. “Itu namanya syirik dan bisa merusak akidah Islam. Sebab tidak pernah ada anak hasil hubungan antara jin dan manusia. Umat Islam jangan mudah percaya dengan hal ini,” kata dia.
Dia mengatakan, bisa jadi kedua orangtuanya adalah penyembah iblis dan setan, sehingga lahirlah anak yang menyerupai iblis dan setan. “Di dalam Islam tidak pernah ada anak hasil hubungan jin dan manusia. Yang ada adalah manusia jadi penyembah dan pengikut setan dan iblis. Ini adalah upaya merusak akidah umat Islam,” tandasnya.
makasih lucu banget gan wkwkwkwkw
Makan Jangkrik & Belalang Wagini Si Anak Gendruwo | Jasa Review Bagus | 4.5
error: Content is protected !!